GERAKAN SPK (STOP POSTING KORONA)
Virus Corona makin hari makin merajalela,
Bahkan telah merusak tatanan agama.
- Sholat di masjid tak boleh lama2.
- Iktikaf di masjid tak dianjurkan.
- Bersilaturrahim harus dihindari.
- Bersalaman pun harus dijauhi.
Mengapa ini bisa terjadi?
Karena....
- Manusia menempatkan virus ini sebagai penjajah tanpa batas.
- Menjadi raja kejam yang membinasakan siapapun, tak pandang usia, bangsa dan agama.
Tiap hari terus....
- Dibahas,
- Diceritakan,
- Diberitakan,
Bahkan....
Ekspansinya yang telah mengacaukan semua sendi kehidupan,
Dan terus menerus diekspose oleh para pemilik ponsel di seluruh dunia.
Tidak hanya itu,,,,banyak orang,,,
Mendadak menjadi ahli medis.
Mendadak dokter,
Mendadak ahli kesehatan,
Mendadak ahli virus,
Mendadak pengamat,
Mendadak pejabat dinas kesehatan
Dan semua merasa berhak mengumumkan wabah Corona ini
Kita tidak menyadari, kalau sebenernya,,
Virusnya sendiri tertawa, merajalela, besar kepala, karena merasa sukses besar.
Corona makin berkuasa, makin menjadi raja.
Raja yg menghantui semua org, baik yang beragama atau tidak beragama.
Bahkan menghantui org2 yg sudah sering haji dan umrah juga.*
Kini,,,,,
Setanpun melakukan Pesta.
Setan dan bala tentaranya bahagia, senang karena sukses targetnya.
Karena faktanya, banyak orang lebih takut kepada Corona daripada berdoa kepada Tuhannya, ALLAAH SUBHAANAHU WATA'AALA.
Saya sangat khawatir,,
Sebentar lagi Jumatan dilarang karena takut terkena korona.
Kalau ini terjadi,,,,,
Sungguh setan semakin di atas segalanya.
Saya mengajak kepada semua pihak,,,
Untuk mulai sekarang membikin,,,
GERAKAN SPK
(STOP POSTING CORONA).
Hentikan info Corona hanya di hp kita.
Jangan teruskan posting2 Corona.
Saring dan filter, info2 Corona.
Biarlah info Corona hanya dari media online atau media elektronik.
Jangan ikut2an posting.
Karena Kita,,,, Bukan Ahlinya.
Bismillaahi Tawakkaltu 'Alallaah Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahil 'Aliyyil ' Adziim
Kita Punya Allaah, dan Allaah pasti akan menolong kita.
JANGAN TINGGALKAN MASJID KARENA TAKUT CORONA
Komentar
Posting Komentar