Postingan

Nasihat Untuk Istri

Abul Aswad menasehati anak perempuannya,  إياك والغيرة فإنها مفتاح الطلاق وعليك بالزينة وأزين الزينة الكحل وعليك بالطيب وأطيب الطيب إسباغ الوضوء "Waspadai cemburu karena cemburu itu kunci perceraian. Berdandanlah dan sebaik-baik dandanan adalah celak. Pakailah parfum dan sebaik-baik parfum adalah berwudhu dengan sempurna " (Uyunul Akhyar 4/76). Ada tiga nasehat penting bagi seorang isteri: 🌻 Jangan cemburu berlebihan. Betul, cemburu itu tanda cinta. Tapi suami yang semua gerak gerik dicurigai karena alasan cemburu tentu saja membuat dia sangat tidak nyaman.  Jika ini terlalu bolak-balik terjadi sering kali berakhir dengan perceraian.  🌻 Rajin berdandan untuk suami. Diantara kiat penting agar bisa menyejukkan mata suami adalah rajin berdandan.  🌻 Memakai parfum pengharum badan.  Parfum terbaik adalah badan yang bersih dan segar karena mandi atau wudhu.  "Ingat, Suami juga dituntut untuk bersih dan wangi ketika berada di dekat istri"

GERAKAN SPK (STOP POSTING KORONA)

Virus Corona makin hari makin merajalela, Bahkan telah merusak tatanan agama. - Sholat di masjid tak boleh lama2. - Iktikaf di masjid tak dianjurkan. - Bersilaturrahim harus dihindari. - Bersalaman pun harus dijauhi. Mengapa ini bisa terjadi? Karena.... - Manusia menempatkan virus ini sebagai penjajah tanpa batas. - Menjadi raja kejam  yang membinasakan siapapun, tak pandang usia, bangsa dan agama. Tiap hari terus.... - Dibahas, - Diceritakan, - Diberitakan, Bahkan.... Ekspansinya yang telah mengacaukan semua sendi kehidupan, Dan terus menerus diekspose oleh para pemilik ponsel di seluruh dunia. Tidak hanya itu,,,,banyak orang,,, Mendadak menjadi ahli medis. Mendadak dokter, Mendadak ahli kesehatan, Mendadak ahli virus, Mendadak pengamat, Mendadak pejabat dinas kesehatan Dan semua merasa berhak mengumumkan wabah Corona ini Kita tidak menyadari, kalau sebenernya,, Virusnya sendiri tertawa, merajalela, besar kepala, karena merasa sukses besar. Corona makin berkuasa, makin menjadi raj...

Izinkan aku menulis sebuah sajak elegi tentang bagaimana caraku membencimu di kala aku menyayangimu

Aku tahu betul bahwa aksara dan suara yang pernah terlontar dari bibirku, perihal aku sangat benci padamu adalah sebuah awal dari kata 'jarak'. Sebagai batu bata pertama atas dinding pemisah yang kubangun paksa atas semua perasaan ini, pertanda awal dari bagaimana caraku untuk menjauh darimu. Bukan karena benci, tapi karena aku ingin mencintai diri sendiri. Dengan berat dan gundah yang berkepanjangan, aku meyakinkan segenap jiwaku untuk beranjak. Menuju kota lama di mana belum ada kembang api yang muncul kala itu. Menuju pulang kembali ke rumah lama yang usang namun hangat perihal bagaimana rasanya nyaman menjalani hari. Tanpa harus mengingat lagi bagaimana caraku mencintai pada sesuatu yang tak mau mengerti. Izinkan aku untuk hilang tanpa jejak, tanpa secercah cahaya, tanpa setitik rasa penyesalan di depan mata. Izinkan aku untuk berpura-pura melangkah menjauhimu di kala aku sesak tak tertahan. Aku memang memegang pergi, tapi kembalipun bukan hal yang kunikmati. Susah memang d...

Akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu

Suatu hari nanti, aku berharap kamu mampu menyukai dirimu. Dengan utuh. Mulai dari lengking suara tertawamu, sampai suara sesenggukan tangismu saat tak ada siapa-siapa. Mencintai setiap kerut dan carut, setiap segar dan binar, setiap lebih dan kurang. Setiap bekas jerawat yang membuatmu merasa tidak percaya diri, setiap kerut-kerut pada ujung matamu yang membuatmu merasa tidak cantik lagi. Aku berharap suatu hari nanti kamu tidak perlu berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu yang kamu cintai. Tidak lagi ragu karena kebanyakan orang tidak berada pada sisimu. Semoga suaramu selalu timbul, bukan tenggelam. Tinggi dan berat tidak lagi menjadi persoalan. Selalu akan ada orang yang lebih suka melihatmu cemberut.  Membuatmu merasa selalu tidak cukup. Selalu akan ada orang yang mengolok-olokmu, tidak peduli seberapa besar usahamu. Mereka ingin membuatmu jatuh. Aku berharap suatu hari nanti, kamu tidak perlu persetujuan siapa-siapa untuk menjadi bahagia. Mampu apa adanya dan baik-baik saj...

Target VS Tuhan

Salah satu hal yang memberatkan hati saat memiliki target adalah beban target harus tercapai. Jadi target yang ditetapkan telah menjadi beban pikiran dan hati berupa kekhawatiran atau ketakutan, bagaimana bila tidak tercapai? Bahkan bila pun dipaksakan membayangkan tercapai, ada pikiran yang mempertanyakan dari mana sumbernya hingga bisa tercapai? Pikiran khawatir tidak tercapai dan atau mempertanyakan sumber tercapainya, adalah sebuah kenyataan bahwa target tersebut baru masuk ke keinginan, belum menjadi program pikiran. Atau dengan kata lain, ada program pikiran lain -yang bukan keinginan- yang sedang berkuasa dan "merevisi" seluruh keinginan termasuk target Anda. Sebenarnya ini adalah informasi berharga, Anda jadi tahu di posisi bagian mana keinginan Anda dalam pikiran.  Lalu dengan target yang ingin dicapai, Anda pun tahu apa yang mesti dilakukan agar target tersebut menjadi program pikiran. Dengan cara itulah Anda bisa merumuskan "apa yang perlu saya lakukan sekaran...

Karena kamu adalah aku dalam versi yang berbeda

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya. Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan. Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu." Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat. Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat? Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan. Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sa...

MEMILIH SEPI

Yang rapuh dan sedang tersungkur bukan hanya aku. Yang meraung-raung butuh pertolongan bukan hanya aku. Yang dibekap sepi bukan hanya aku.  Dari sini aku baru mengerti bahwa dalam kesendirian aku tidak sendiri. Bahwa di belahan dunia lain juga ada orang-orang yang merasa sendiri. Ada orang-orang yang merasa tidak ada sepasang telinga yang cukup memahami. Lantas lewat kesendirian yang sama-sama kami rasakan, kami cukup mengerti untuk tidak saling mencaci. Kami cukup mengerti, bahwa jadi peduli itu berarti. Dari sini juga aku belajar bahwa ternyata sepi pemilih. Ia tidak sembarang memilih orang untuk dibekap, ia memilih seseorang yang cukup kuat. Dan pada akhirnya, kami tetap ada. Kami lebih kuat dari sebelumnya.