Aku
Aku tidak jual mahal.
Aku hanya ingin melihat sampai mana keseriusanmu untuk bisa berada dalam posisi yang aku percayakan segalanya.
Aku paham betapa berantakannya diriku. Sebentar berada pada kondisi paling baik, sebentar berada pada kondisi paling pelik. Seumpama sedang naik kincir ria, sedetik di ketinggian mampu melihat segala yang indah tiada dua, lalu limbung ketika gondola berada di sudut empat puluh lima derajat sebelum pada tanah kembali mendarat. Aku mengerti betapa tidak stabilnya diriku. Aku takut ketika kamu terlampau dekat dan aku sekarat, aku akan mendorongmu menjauh lantas kamu akan menganggap itu sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh.
Suatu hari nanti, aku berharap aku akan cukup berani untuk membuka diri. Suatu hari nanti, aku berharap ada seseorang yang melihat sisi terbaikku dan sisi terburukku, kemudian tetap tinggal dan tak tanggal. Suatu hari nanti, aku ingin ketakutanku hanya sebatas pada ketinggian, atau tenggelam, atau kegelapan, atau laba-laba, atau kecoa terbang. Mungkin ini akan menjadi pesan terakhir yang kau baca di timelineku, lalu perlahan kau akan bertanya mengapa aku menjadi sosok yang berbeda
Komentar
Posting Komentar