Bagaimana tuan?

Bagaimana Setelah Meninggalkanku?
Setelah kepergianmu yang lalu, rasanya lega sekali telah melewati fase terlemahku
Awalnya aku terbata-bata dihadapan mereka,
Syukurnya, Allah membantuku untuk menegaskan, bahwa aku sudah baik-baik saja.

Oiya,
Setelah perpisahan itu, bagaimana setelah meninggalkanku?
Bagaimana rasanya tanpa adanya aku lagi dalam kehidupanmu?
Bagaimana rasanya meniatkan diri mencari pengganti setelahku?
Tenang saja, aku tak berniat memohon belas kasihan
Akan tetapi berpura-pura mengakui kejadian lalu adalah hal yang biasa
Sungguh, itu lebih pelik dari rasa perihku
Oleh karenanya, kutuliskan meski tak seberapa.

Tenang, aku tidak akan mengatakan bahwa rindu ini masih tabah
Atau cinta ini masih sebegitu teguh.

Aku hanya ingin bertanya dengan pertanyaan yang masih terngiang dan berputar dalam labirin ingatan.

Pertama,
Bagaimana setelah meninggalkanku?
Apakah malam malammu, dan mimpi-mimpimu menyedihkan sepertiku yang lalu?
Jika iya,aku tak bisa bayangkan,
betapa tertatih nya kau menemui pagi dan sulitnya kau terlelap dimalam hari.

Kedua,
Bagaimana setelah meninggalkanku?
Seberapa sulit kau menjelaskan tentangku dihadapan mereka?
Lalu, bagian kisah mana yang akan kau ceritakan?
Tentangmu yang meninggalkanku, atau tentangku yang pernah runtuh karenamu?
Dari sekian pertanyaan,
Tak ada satupun yang kupahami dengan benar
Tak ada satupun yang mampu kau jelaskan
Karena tulisanku hanya akan menjadi surat tanpa balasan.

Namun, terlepas dari rasa ingin tahuku, ada satu hal yang mampu aku sadari tentang masalalu itu.

Ya,
Bahwa mencintaiku, kau tak bersungguh-sungguh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kamu adalah aku dalam versi yang berbeda

Aku dan Semestamu

Aku